Berhubung banyak dan sering yang tanya “Bagaimana Tips Bikin Portfolio FOTO untuk FOTOGRAFER agar Menarik dan Realistis?” Nah, beberapa waktu lalu, saya pernah share di twitter tentang hal ini dengan hastag #PortfolioFOTOGRAFI. Follow twitter @poetrafoto ya.

Apa Sih Portfolio Itu? Apa Pengertian Portofolio?

Portfolio Foto untuk Fotografer: Apa Saja Tips Membuatnya?

PORTFOLIO atau kadang ditulis PORTOFOLIO mungkin bagi sebagian orang kedengarannya masih asing. Sebenarnya apa sih PORTFOLIO itu? Portfolio merupakan laporan lengkap berupa kumpulan dokumen atau informasi dari seseorang, kelompok, lembaga, organisasi, perusahaan atau sejenisnya yang bertujuan untuk mendokumentasikan perkembangan suatu proses atau karya kerjanya.

Nah, kalau PORTFOLIO FOTO atau PORTOFOLIO FOTOGRAFI artinya kumpulan karya berupa FOTO-FOTO hasil dari seorang FOTOGRAFER atau sekumpulan FOTOGRAFER atau sebuah Studio Photography untuk tujuan agar karya mereka dilihat oleh orang lain atau agar dipertimbangkan oleh calon klien bagi FOTOGRAFER PROFESIONAL dan KOMERSIAL.

Nah, berikut rangkuman diskusi saya di twitter kemarin dengan beberapa penyempurnaan ya. Semoga bermanfaat :)

1. Portfolio FOTOGRAFI itu merupakan representasi dari karya-karya FOTO seorang FOTOGRAFER. Dari sini orang (para calon klien khususnya) melihat dan menilai FOTO kita.

2. Ketika membuat atau bikin Portfolio FOTO pilihlah FOTO-FOTO yang paling bisa menggambarkan hasil kerja dan ciri khas kita.

3. Menurut saya, jangan isi Portfolio FOTO hanya dengan FOTO-FOTO terbaik kita saja, tapi, pilihlah yang paling bisa menggambarkan gaya dan ciri khas kita.

4. Jika ada FOTOGRAFER lain yang bilang: “tampilkan FOTO-FOTO terbaik saja di Portfolio FOTOGRAFI kita”, saya pribadi kurang setuju. Baik bagi kita, belum tentu tampak bagus untuk orang lain kan?

Foto Wedding Pernikahan Adat Jawa Iie+Zoel di Kebumen

5. Kenapa Portfolio FOTOGRAFI tidak diisi dengan FOTO-FOTO yang terbaik saja? Alasannya adalah agar calon klien juga tak terlalu berharap tinggi pada kita. Yang realistis sajalah, lebih aman.

6. Jangan bikin klien kecewa. Jangan sampai klien bilang begini: “Contoh karya FOTO-FOTO nya di Portfolio FOTOGRAFI nya sih bagus-bagus, tapi pas dokumentasi untuk saya kok hancur hasil FOTO-nya?” Mau kejadian begitu? Tidak kan? *amit-amin, jangan sampai yak :)

7. FOTOGRAFER itu bekerja motret dipengaruhi oleh banyak hal: ada mood, alat, kondisi di lapangan, obyek yang kita FOTO dan faktor pendukung lainnya.

8. Jaga konsistensi dan ciri khas kita dalam membikin Portfolio FOTO. Contoh Portfolio Foto tak harus berisi banyak FOTO. Secukupnya saja.

9. Portfolio FOTO untuk FOTOGRAFER harus didasari setelah kita mengukur kemampuan, alat yang kita miliki dan cari khas diri kita sendiri. Jangan berlebihan. Apapun yang berlebih bakal bikin kecewa lho.

10. Bikin kesan yang mendalam & khas dalam Portfolio FOTOGRAFI kita. Jangan membebani diri dengan sesuatu yang sulit kita bisa lakukan secara konsisten.

11. Kalau Portfolio FOTOGRAFI kita di internet atau portfolio digital (di website atau online), jangan batasi jumlah FOTO-nya, lebih banyak lebih baek. Sekali lagi yang penting konsisten. Tempat pembuatannya tidak harus bikin web sendiri seperti Poetrafoto Photography, tapi bisa bikin gratis. Contoh-Contoh Membuat Portfolio Kumpulan FOTO di Flickr, WordPress, Blogspot, Pinterest, 500px, Facebook, Tumblr, dll.

Foto Pre Wedding Lokasi di Jogja for Ruly+Maya, Engagement Photo by Poetrafoto Photography

12. Tapi kalau Portfolio FOTOGRAFI kita harus berupa cetak, jangan lebih dari 40 atau 60 halaman. Lebih dari itu, orang akan jenuh melihatnya. Malas juga mereka berlama-lama bolak-balik Portfolio FOTO kita.

13. Dalam Portfolio FOTOGRAFI tampilkan FOTO yang sesuai hobby dan minat yang kita geluti. Misalnya: FOTO MODEL & FASHION, FOTO PORTRAITURE, FOTO WEDDING, FOTO PRE WEDDING, FOTO LANDSCAPE, FOTO PANGGUNG, dll.

14a. Bila kita punya minat banyak bidang, pisahkan Portfolio FOTOGRAFI-nya. Misal: FOTO MODEL sendiri, FOTO PREWEDDING sendiri, FOTO WEDDING sendiri, dan seterusnya.

14b. Soal tone, gaya editan, pose juga tergantung selera & khas kita saja. Jika kita konsisten dengan tone warna dan gaya editan yang terus menerus, maka konsumen bisa menilai kita dengan baik karena kita punya ciri khas.

15. Usahakan Portfolio FOTOGRAFI kita bikin berupa online dan offline atau cetak. Tapi jika ingin murni online atau offline saja ya tidak apa-apa.

16. Dalam bikin Portfolio FOTOGRAFI, kualitas desain portfolio (portfolio design) website, kompresi FOTO online, kualitas cetak dan kemasan harus kita perhatikan dengan seksama.

17. Jika Portfolio FOTOGRAFI kita offline berupa cetak: perhatikan kualitas kertas, warna hasil cetak dll. Kemas dengan baik dan, sekali lagi, sesuai gaya khas kita.

18. Kemasan Portfolio FOTOGRAFI itu sebagai gambaran tingkat kreatifitas dan perhatian kita terhadap hal-hal detil.

19. Soal Penilaian Portfolio. Perhatikan tiap detil dalam Portfolio FOTOGRAFI kita. Hati-hati, klien itu untuk bisa percaya, biasanya suka lihat yang detil-detil banget.

20. Oh iya, soal ukuran cetak (jika Portfolio offline), jika dana kita cukup, kita cetak dengan beragam ukuran yang berbeda-beda akan lebih baik. Namun, jika dana ‘pas-pas-an’, pilih saja ukuran yang paling sesuai dengan selera ukuran kita ya.

So, sudah ada ide? Selamat membuat dan mencoba yes! :)

 

salam hormat dan semoga bermanfaat,
Mishbahul Munir Poetrafoto Photography
www.poetrafoto.com